Rahmaizar Aljaswan

Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Tetaplah semangat.....

Selengkapnya

Si Mulut Macan

Harus sabar..ya, memang harus sabar…tapi aku tak kuat lagi untuk sabar. Kebencian ini makin memuncak. Aku kesal. Apa yang dia banggakan di sini. Entahlah. Tapi dia seperti punya kekuatan yang tak jelas. Karena dia terlalu dibutuhkan atau karena dia merasa yang memegang kunci jantung sekolah. Entahlah. Dia merasa dibutuhkan oleh semua orang.

Dia merasa nasib para guru ini ditangannya. Mhm.. mulutnya yang tebal jelek hitam itu, memang tak terlawan oleh ku. Dia ya dia secara fisik laki-laki tapi tak obah seperti perempuan. Punya mulut tak pandai diam. Tak bisa hanya bicara satu dan dua tapi berkicau seperti burung murai yang belum diberi makan. Aku kesaaal.. kesal sekali.. Adakah orang macam ini di setiap tempat..? Setiap sekolah..? atau hanya aku saja yang bernasip malang..?

Dini masih kesal dengan kejadian tadi di sekolah. Sebagai wakil dia merasa tidak dihargai di sini.

BERSAMBUNG......

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali